Lompat ke isi utama

Berita

Kegiatan P2P Jadi Ruang Diskusi Demokrasi, Tampung Gagasan Kritis Pelajar dan Mahasiswa

223

Ketua Bawaslu Belitung memberikan sambutan sekaligus membuka acara Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bawaslu Kabupaten Belitung, Senin (15/6/2026). Foto: Screenshot

Tanjungpandan – Bawaslu Kabupaten Belitung menggelar kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bawaslu Kabupaten Belitung, Senin (15/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh pelajar SMA/SMK se-Kecamatan Tanjungpandan, mahasiswa Politeknik Belitung (Polbel), dan Poltekkes Belitung.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Belitung, Rezeki Aris Munazar. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pengawasan partisipatif menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, keterlibatan generasi muda sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan dalam setiap proses demokrasi dan kepemiluan.

Rezeki berharap para peserta dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menambah pengetahuan sekaligus menyampaikan pandangan kritis terkait pelaksanaan demokrasi. Ia juga mengajak peserta untuk terus membangun komunikasi dengan Bawaslu dan berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi mengenai pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, E.M. Osykar, mengajak seluruh peserta untuk turut menyosialisasikan pentingnya pengawasan partisipatif kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tugas Bawaslu, tetapi juga membutuhkan dukungan dan keterlibatan masyarakat.

Kegiatan P2P kali ini lebih banyak diisi dengan diskusi antara peserta dan narasumber. Peserta menyampaikan berbagai catatan kritis yang telah mereka susun terkait pelaksanaan demokrasi, partisipasi masyarakat, serta tantangan pengawasan pemilu di masa mendatang. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dan pandangan yang disampaikan peserta.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap peserta tidak hanya memahami pentingnya pengawasan partisipatif, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi di lingkungan sekolah, kampus, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kualitas demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.

Penulis: M.Yusuf

Editor: Yerri L