Lompat ke isi utama

Berita

Tingkatkan Keseimbangan Jasmani dan Rohani Pegawai, Bawaslu Belitung Gelar Aktivitas Spiritual Lewat Program "Jumat Sehati"

234

Dokumentasi pelaksanaan Kegiatan Jumat Sehati dan Jumpa Berlian melalui zoom meeting pada Jum'at(10/7/2026). Foto: Screenshot

TANJUNG PANDAN – Dalam rangka mengimplementasikan Surat Edaran Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Kegiatan Jumat Sehati dan Jumpa Berlian , Sekretariat Bawaslu Kabupaten Belitung menggelar aktivitas spiritual berupa tausiyah dan pembinaan mental bagi pegawai. Kegiatan kedinasan ini dilaksanakan secara daring melalui media Zoom Meeting pada Jumat pagi (10/7/2026).

Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan agenda kerja selaras dengan kebutuhan organisasi serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang kondusif. Hal ini krusial guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan pemilu dan pemilihan di tingkat daerah.

Kegiatan Program Jumat Sehati ini dipimpin oleh Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Belitung, Zainal Muttaqin , dengan menghadirkan pemateri internal, Heikal Fackar. Forum membajak tema penting mengenai penerapan nilai keseimbangan jasmani dan rohani pegawai dalam pelaksanaan tugas pengawasan melalui pemahaman hakikat bersyukur.

Dalam tausiyahnya, Heikal Fackar mengupas tuntas tingkatan syukur, mulai dari tindakan nyata menggunakan anggota tubuh (Syukrun bil Badan) yang dibarengi sikap loyal dan melayani hanya untuk Allah SWT. Ia kemudian menekankan tingkatan tertinggi, yaitu syukur hati (Syukrun bil Qalbi).

"Syukur dengan hati diwujudkan dengan mendedikasikan diri senantiasa berada dalam pengawasan Allah SWT serta selalu menjaga kehormatan, baik kehormatan diri maupun lembaga. Bagi jajaran pengawas, nilai ini menjadi fondasi agar tetap berlaku baik dan berintegritas, baik saat dalam pengawasan publik maupun ketika sedang sendirian," papar Heikal. Sebagai turunan syukur hati, ia juga mengingatkan pegawai untuk menjaga kehormatan rekan sejawat dengan menutupi kekurangan atau aib sesama yang terlihat maupun terdengar di lingkungan kerja.

Usai pemaparan utama, kegiatan Jumat Sehati dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang dinamis. Berbagai problematika fikih praktis dan muamalah sehari-hari dibahas bersama secara mendalam, seperti perbedaan mendasar antara pasrah (tawakal) dan bersyukur , batasan tabayyun (klarifikasi) formal dalam menyelesaikan permasalahan tim di kantor , hingga keabsahan rukun dan sunah dalam ibadah salat.

Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Belitung, Zainal Muttaqin, menegaskan bahwa pelaksanaan Program Jumat Sehati yang berupa tausiyah atau pembinaan mental dan spiritual ini akan dioptimalkan secara berkala. Hal ini juga menjadi bagian dari kewajiban penyampaian laporan pelaksanaan kegiatan unit kerja secara berjenjang kepada Bawaslu Provinsi selaku pihak yang melakukan monitoring dan evaluasi.

"Melalui program Jumat Sehati yang dirutinkan ini, kami berkomitmen penuh untuk terus memperkuat koordinasi, pembinaan mental, serta integritas moral seluruh jajaran sekretariat dalam mendukung pengawasan demokrasi secara partisipatif," pungkas Zainal.

Aktivitas spiritual kedinasan yang diikuti oleh seluruh jajaran staf sekretariat Bawaslu Kabupaten Belitung ini berjalan dengan khidmat dan tertib, kemudian disudahi pada pukul 10.48 WIB menjelang persiapan pelaksanaan ibadah salat Jumat.

Penulis: Nurtan A

Editor: Heikal F